Bukan Soal Siapa yang Paling Rajin, Tapi Soal Siapa yang Punya Tugas Jelas
Seringkali di desa, kita mengelola Koperasi hanya dengan modal semangat dan rasa kekeluargaan yang tinggi. Akibatnya, pembagian tugas jadi tidak jelas—siapa yang harus mencatat, siapa yang menjaga toko, dan siapa yang memegang uang seringkali bercampur aduk. Masalah muncul saat ada pekerjaan yang tidak beres, kita jadi bingung siapa yang harus bertanggung jawab, atau malah saling menyalahkan karena batas tugas yang tidak pernah ditegaskan.
Kita harus mulai menyadari bahwa koperasi yang besar adalah koperasi yang berjalan karena sistem, bukan karena “orangnya kebetulan baik”. Setiap orang yang bekerja, mulai dari pengurus sampai staf lapangan, harus punya tugas (jobdesk) yang tertulis dan target yang terukur. Dengan tugas yang jelas, setiap orang bisa bekerja dengan tenang karena tahu apa yang harus dikerjakan dan apa yang menjadi batas tanggung jawabnya.
Disiplin Tanpa Pilih Kasih: Aturan Berlaku untuk Semua
Penyakit yang paling sering membuat koperasi di desa sulit maju adalah rasa “sungkan” untuk menegur kesalahan. Karena yang melanggar aturan adalah teman akrab atau kerabat, kita cenderung membiarkannya. Padahal, satu pelanggaran kecil yang dibiarkan adalah awal dari kekacauan besar. Koperasi yang bermartabat harus berani menegakkan disiplin tanpa pilih kasih.
Prinsip kita sederhana: Sanksi itu bertahap dan adil. Jika ada kesalahan, kita mulai dengan teguran lisan, lalu tertulis, hingga tindakan tegas jika memang diperlukan. Yang paling penting, pengurus tidak boleh kebal aturan. Justru penguruslah yang harus menjadi contoh pertama dalam disiplin. Saat aturan ditegakkan secara jujur dan terdokumentasi rapi, maka tidak akan ada lagi istilah “suka atau tidak suka” secara pribadi, karena semuanya berpatokan pada kesepakatan organisasi.
Menyelesaikan Masalah dengan Data, Bukan Gosip
Konflik atau perbedaan pendapat adalah hal biasa dalam sebuah organisasi. Namun, di koperasi, masalah harus diselesaikan dengan cara yang profesional, bukan lewat gosip di luar atau saling tuduh tanpa bukti. Setiap masalah SDM harus dicatat, diklarifikasi secara tertutup, dan diputuskan secara kolektif demi kepentingan bersama.
Mari kita bangun koperasi yang kuat dengan SDM yang berintegritas. Dengan pembagian tugas yang rapi dan disiplin yang konsisten, kita sedang menyiapkan karpet merah bagi kemajuan ekonomi Bali yang lebih profesional. Koperasi kita bukan lagi sekadar tempat “titip nama”, tapi menjadi mesin penggerak kesejahteraan yang dikelola oleh tangan-tangan ahli yang taat pada aturan.
Penulis: I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa) adalah praktisi IT dan mentor digital sejak 1996 yang berfokus pada pembangunan potensi Bali. Beliau memiliki rekam jejak luas dalam implementasi e-government, ekonomi kreatif, serta telah mendampingi ribuan UMKM dalam digitalisasi pemasaran dan manajemen usaha. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur PT SIMAS dan dipercaya sebagai Ketua Bidang IT-Kominfos DEKOPINWIL Bali periode 2025-2030.
Informasi Selengkapnya:
-
Profil Penulis: https://nangunsatkerthilokabali.com/profile/
-
KMP BBS: https://dekopinbali.online/kmpbbs/
