Bahaya yang Tidak Kelihatan: Bukan Kurang Modal, Tapi Kurang Jujur
Seringkali kita mengira sebuah Koperasi bangkrut karena tidak punya modal atau karena barangnya tidak laku. Padahal, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Banyak koperasi yang modalnya besar dan usahanya ramai, tapi tiba-tiba roboh begitu saja. Mengapa? Karena ada “penyakit” di dalam yang dibiarkan, yaitu pengurus yang mendahulukan kepentingan pribadinya di atas kepentingan seluruh anggota.
Kita harus mulai terbuka dengan kenyataan pahit ini. Masalah paling besar biasanya muncul saat pengurus mulai “main mata” dengan penyedia barang, memberikan pinjaman khusus hanya untuk keluarga atau teman akrab, atau mengambil keputusan karena tekanan sosial, bukan karena hitungan bisnis yang benar. Di dalam Koperasi Multi Pihak, kita punya aturan tegas untuk mencegah hal ini. Kita tidak ingin koperasi kita jatuh hanya karena kesalahan orang-orang di dalamnya sendiri.
Tidak Ada yang Kebal Aturan, Semua Harus Terbuka
Koperasi yang sehat adalah koperasi yang berani mencatat dan mengakui risiko sejak dini. Kita tidak boleh menunggu masalah meledak baru sibuk mencari siapa yang salah. Setiap pengurus dan pengelola harus berani mengungkapkan jika ada kepentingan pribadi dalam sebuah urusan koperasi. Misalnya, jika koperasi ingin membeli barang dari toko milik saudara pengurus, hal itu harus disampaikan secara terbuka dan diputuskan bersama secara adil, bukan diputuskan sendiri secara diam-diam.
Prinsip kita sederhana: Aturan lebih tinggi dari jabatan. Tidak ada satu orang pun yang boleh kebal aturan. Dengan cara ini, kita sedang menabung kepercayaan. Anggota akan merasa tenang menitipkan uang dan usahanya jika mereka tahu bahwa para pemimpinnya bekerja dengan jujur, objektif, dan profesional tanpa mencampuradukkan urusan pribadi dengan urusan organisasi.
Mencegah “Penyakit” Sebelum Menular
Manajemen risiko adalah cara kita mengenali potensi bahaya sebelum ia menjadi bencana. Kita mengelompokkan risiko, mulai dari risiko keuangan seperti kredit macet, hingga risiko nama baik jika terjadi konflik di depan publik. Dengan mencatat semua kemungkinan buruk ini, kita bisa menyiapkan “obatnya” lebih awal.
Mari kita jaga koperasi kita agar tetap bersih dan bermartabat. Kejujuran pengurus adalah nyawa dari koperasi. Saat kita berani tegas pada diri sendiri, saat kita berani menolak kepentingan pribadi demi kemajuan bersama, itulah saat di mana koperasi benar-benar menjadi milik rakyat Bali yang kuat dan terpercaya. Mari kita bangun benteng kejujuran ini demi masa depan anak cucu kita.
Penulis: I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana (Agung Gempa) adalah praktisi IT dan mentor digital sejak 1996 yang berfokus pada pembangunan potensi Bali. Beliau memiliki rekam jejak luas dalam implementasi e-government, ekonomi kreatif, serta telah mendampingi ribuan UMKM dalam digitalisasi pemasaran dan manajemen usaha. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur PT SIMAS dan dipercaya sebagai Ketua Bidang IT-Kominfos DEKOPINWIL Bali periode 2025-2030.
Informasi Selengkapnya:
-
Profil Penulis: https://nangunsatkerthilokabali.com/profile/
-
KMP BBS: https://dekopinbali.online/kmpbbs/
