DENPASAR – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Bali mempertegas komitmennya dalam mengawal transformasi ekonomi kerakyatan melalui penguatan ekosistem digital secara menyeluruh. Langkah strategis ini mencakup digitalisasi pada aspek tata kelola, promosi, hingga layanan anggota bagi seluruh koperasi di Pulau Dewata dalam arti yang seluas-luasnya, guna mewujudkan koperasi yang modern dan berdaya saing global.
Saat ditemui di kantornya, PT SIMAS Bali, kawasan Renon, Denpasar, pada Selasa (10/3/2026), Ketua Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dekopinwil Provinsi Bali, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana, atau yang akrab disapa Agung Gempa, memberikan penjelasan mendalam terkait arah kebijakan organisasi. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus Dekopinwil Bali di bawah kepemimpinan I Nyoman Suwirta saat ini tengah melakukan berbagai upaya strategis yang diselaraskan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang.
Menurut Agung Gempa, di bawah arahan I Nyoman Suwirta, seluruh elemen di Dekopinwil Bali bergerak serentak mulai dari Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Bidang Pendidikan dan Pelatihan, hingga Bidang Advokasi dan Perundang-undangan. Upaya kolektif ini juga melibatkan Bidang Pemberdayaan KDKMP, Bidang Permodalan, Jasa Keuangan dan Investasi, serta Bidang Kemaritiman, Kelautan dan Perikanan, yang semuanya didukung secara bertahap oleh infrastruktur dari Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi sebagai motor utama transformasi digital.
Lebih lanjut, Agung Gempa menjelaskan bahwa transformasi ini bertujuan agar koperasi di Bali semakin maju dan modern namun tetap berpijak kuat pada akar budaya setempat. Langkah ini selaras dengan visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam memasuki Bali Era Baru, sekaligus menjadi kontribusi nyata daerah untuk mensukseskan visi nasional Indonesia Emas. Selain itu, penguatan digitalisasi pada tata kelola, promosi, dan layanan ini merupakan implementasi nyata dari konsep Ekonomi Kerthi Bali yang mengedepankan kemandirian, inklusivitas, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.
Ke depan, Dekopinwil Bali berkomitmen untuk terus membangun sinergi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan gerakan ekonomi kerakyatan di Bali. Sinergi ini akan diperkuat melalui kolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali dalam hal kurasi produk, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali guna memperkuat rantai pasok. Selain itu, kerja sama strategis juga akan dijalin dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali untuk memastikan koperasi mampu menjadi pilar utama dalam distribusi dan hilirisasi produk pertanian lokal secara digital.
Terkait hubungan dengan pemerintah, tokoh IT asal Jembrana ini menekankan pentingnya korelasi yang harmonis antara Dekopinwil Bali dan Dinas Koperasi & UMKM Provinsi Bali. Ia memandang Dekopinwil sebagai motor inovasi dan wadah aspirasi dari sisi gerakan, sementara pemerintah daerah bertindak sebagai regulator dan pembina. Sinergi lintas sektoral ini dianggap sangat vital untuk memastikan gerakan digitalisasi tetap berada dalam koridor regulasi namun tetap lincah dalam berinovasi demi mewujudkan kesejahteraan krama Bali melalui ekosistem digital yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
