DENPASAR – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali menyatakan kesiapannya untuk menjadi motor penggerak utama dalam mensinergikan visi pembangunan nasional dengan kearifan lokal Bali. Sebagai perpanjangan tangan Dekopin Pusat, Dekopinwil Bali berkomitmen untuk tetap tegak lurus mengawal kebijakan pusat sekaligus mengakselerasi transformasi ekonomi kerakyatan melalui visi Ekonomi Kerthi Bali.
Ketua Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Dekopinwil Bali, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana, menegaskan bahwa posisi Dekopinwil Bali sangat strategis dalam menjembatani arah pembangunan nasional yang menitikberatkan pada kemandirian ekonomi.
“Kami di Dekopinwil Bali mengemban amanah untuk memastikan gerak langkah koperasi di Bali selaras dengan kebijakan nasional. Kami tegak lurus dengan arahan Dekopin Pusat untuk memperkuat posisi koperasi sebagai soko guru ekonomi bangsa, yang dalam konteks lokal kami transformasikan melalui dukungan terhadap 6 pilar Ekonomi Kerthi Bali,” ujar I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana dalam keterangan resminya, Selasa (27/1).
Empat Pilar Strategis Dekopinwil Bali Dalam upaya mendukung visi ganda tersebut, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana memaparkan empat poin strategis yang menjadi fokus utama Dekopinwil Bali saat ini:
-
Akselerasi Ekonomi Kerthi Bali: Mendorong koperasi untuk aktif di sektor riil unggulan seperti pertanian organik, kelautan, dan industri kreatif guna mewujudkan Bali yang berdikari (Sat Kerthi Loka Bali).
-
Transformasi Digital (TIK): Membangun infrastruktur teknologi agar koperasi menjadi lembaga yang modern, transparan, dan akuntabel di tengah perkembangan zaman.
-
Sinkronisasi Visi Nasional: Memastikan fungsi Edukasi, Sosialisasi, dan Advokasi (ESA) berjalan searah dengan kebijakan pusat demi penguatan posisi tawar koperasi secara nasional.
-
Penguatan SDM dan Kaderisasi Milenial: Menempatkan generasi muda sebagai aktor utama. Dekopinwil Bali berkomitmen mendorong kaum milenial untuk tidak hanya sekadar paham, tetapi juga mencintai dan memilih koperasi sebagai jalur karier profesional yang menjanjikan di era perkembangan ekonomi modern.
Milenial sebagai Motor Baru Koperasi Secara khusus, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana menyoroti pentingnya regenerasi dalam tubuh koperasi. Menurutnya, pemahaman milenial terhadap teknologi informasi merupakan aset besar bagi gerakan koperasi.
“Kita ingin menghapus stigma bahwa koperasi itu kuno. Justru koperasi adalah wadah yang paling tepat bagi milenial untuk berkolaborasi dan meniti karier profesional. Dengan energi dan kreativitas anak muda yang dipadukan dengan nilai gotong royong, kita akan membangun kesejahteraan krama Bali yang berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui rilis ini, Dekopinwil Bali mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk kembali melirik koperasi sebagai kekuatan kolektif yang mampu menjawab tantangan ekonomi global sekaligus menjaga identitas budaya Bali.
NARASUMBER: I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana Ketua Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Dekopinwil Bali
