GIANYAR – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali periode 2025–2030, I Nyoman Suwirta, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXIII Tahun Buku 2025 KSP Surya Mandiri, Kamis (22/1/2026).
Dalam sambutannya yang lugas dan penuh semangat, Suwirta menegaskan bahwa RAT bukan sekadar kewajiban organisasi. Menurutnya, RAT adalah ruh demokrasi ekonomi yang membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya.
“Satu-satunya wadah usaha yang mengundang anggotanya untuk hadir, mendengar laporan keuangan, dan ikut menentukan arah kebijakan, hanyalah koperasi,” tegas Suwirta di hadapan pengurus, pengawas, dan anggota KSP Surya Mandiri.
Suwirta menyoroti tantangan ekonomi lokal yang kian terjepit oleh gempuran toko modern berjaringan. Ia mengingatkan bahwa kondisi ini terjadi karena koperasi dan masyarakat lokal seringkali terlambat menangkap peluang yang ada.

“Sebelum daerah kita digarap orang luar, mari perankan koperasi untuk menangkap peluang itu. Kalau tidak kita ambil, jangan salahkan kalau akhirnya diambil pihak lain,” ujarnya. Ia pun berbagi pengalaman saat menjabat sebagai Bupati Klungkung dua periode (2013–2023). Kala itu, ia berani mengintervensi kebijakan perizinan demi melindungi ruang usaha lokal tanpa harus menunggu regulasi yang rumit.
“Waktu saya jadi bupati, tidak satu pun toko berjaringan diberi izin. Tujuannya jelas, agar peluang ekonomi diambil oleh koperasi dan masyarakat kita sendiri,” ungkap Suwirta. Bagi Suwirta, ketegasan pemerintah daerah bukan berarti anti-investasi, melainkan upaya memastikan keadilan ekonomi. Ia mencontohkan langkahnya menutup tempat hiburan malam yang tidak sejalan dengan nilai budaya sebagai upaya menjaga kualitas hidup masyarakat.
Namun, ia juga memberikan peringatan: jika koperasi tidak siap mengelola peluang, maka masuknya usaha berjaringan menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Dalam kesempatan tersebut, Suwirta menegaskan komitmennya dalam menjalankan mandat baru sebagai Ketua Dekopinwil Bali.
“Tugas kami di Dekopinwil adalah menyerap aspirasi koperasi dan menyampaikannya kepada pemerintah,” jelas pria yang juga anggota DPRD Provinsi Bali ini. Ia juga memberikan catatan konstruktif untuk pelaksanaan RAT di masa depan, mulai dari penyempurnaan tata acara hingga penguatan fungsi pendidikan bagi anggota.
Suwirta menekankan bahwa kesehatan koperasi tidak hanya dilihat dari laporan keuangan yang bagus, tetapi juga dari militansi anggotanya. “Kontrol, kritik, dan pendidikan anggota harus diperkuat agar tumbuh rasa memiliki. Saya juga mendorong KSP Surya Mandiri mulai melirik pengembangan sektor riil, agar anggota tidak hanya jadi peminjam, tapi pelaku usaha yang tumbuh bersama,” tambahnya.
Menutup arahannya, Suwirta mengucapkan selamat ulang tahun kepada KSP Surya Mandiri. Ia berharap momentum RAT ini melahirkan program kerja yang matang demi meningkatkan kesejahteraan anggota. “Semoga KSP Surya Mandiri semakin maju dan benar-benar menjadi sokoguru ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
