DENPASAR (27/02/2026) – Menghadapi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), Koperasi Jasa Multi Pihak Bali Bangkit Sejahtera (KMP BBS) resmi hadir sebagai wadah kolaborasi ekonomi inklusif bagi pelaku usaha di Bali. Melalui model koperasi modern, KMP BBS mengintegrasikan potensi pertanian, UMKM, hingga sektor kreatif dalam satu ekosistem digital yang akuntabel.
Ditemui di kawasan Renon, Denpasar, Jumat (27/2), tokoh penggerak IT Digital sekaligus Kominfos Dekopinwil Bali, I Gusti Agung Putu Gempa Yuliana, menegaskan bahwa ini adalah momentum bagi Bali untuk melahirkan kekuatan ekonomi baru.
“Ini adalah saatnya Bali bangkit bersinergi membangun kekuatan ekonomi baru di era perubahan dan pesatnya perkembangan Iptek. Kita mengkolaborasikan semua pihak dalam satu ekosistem manajemen terbuka untuk kemajuan bersama,” ujar sosok yang akrab disapa Agung Gempa tersebut.
Akselerasi UMKM dan Kemudahan Berusaha KMP BBS hadir dengan landasan hukum yang kuat melalui SK Menteri (AHU) AHU-0004266.AH.01.29.TAHUN 2024. Agung Gempa menjelaskan, koperasi ini menjadi solusi bagi kelompok masyarakat atau pelaku usaha yang belum berbadan hukum agar tetap bisa menjalankan bisnis secara legal formal tanpa terhambat birokrasi yang rumit.
“Kami membuka ruang bagi Yowana (generasi muda) dan pelaku UMKM untuk bertumbuh sesuai minat dan bakat mereka. Tujuannya, membangkitkan entrepreneurship di desa-desa seluruh Bali tanpa mereka harus terhambat oleh regulasi atau perizinan yang seringkali dianggap menyulitkan,” tambahnya.
Implementasi Riil: Pertanian Organik hingga Industri Kreatif Gerakan KMP BBS telah menunjukkan hasil nyata di lapangan, di antaranya pengembangan kawasan padi organik di Sudaji, Buleleng. Selain itu, koperasi ini telah memfasilitasi puluhan anak muda Bali dalam pengembangan usaha kuliner, fashion, kerajinan, jasa wisata, hingga industri kreatif melalui dukungan permodalan dan edukasi berkelanjutan.
Sinergi Strategis Nasional dan Daerah Eksistensi KMP BBS selaras dengan kebijakan strategis nasional dan daerah, termasuk: Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP): Mendukung visi Presiden dalam penguatan ekonomi akar rumput. Ekonomi Kerthi Bali: Sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan ekonomi mandiri dan berkelanjutan. Inovasi Koperasi: Menjadi mitra bagi ribuan koperasi di Bali agar tetap inovatif melayani anggota di tengah gempuran era digital.
Kepemimpinan yang Kompeten Lahirnya KMP BBS dikawal oleh kolaborasi strategis antara Bapak Ketut Sugihantara selaku penggerak SDM, Akademisi, dan pengelola yayasan ternama di Bali, pengerak pertanian organik di Bali Uatara, bersama Agung Gempa (Direktur PT Simas Bali), dan I Ketut Kariada (Praktisi Pertanian).
Struktur kekuatan koperasi ini juga diperkuat oleh keterlibatan praktisi pertanian dari BRIN, akademisi perguruan tinggi di Bali, pemilik perusahaan IT, pengembang aplikasi, serta komunitas digital Bali yang ahli di bidangnya.
“Dengan manajemen yang terbuka dan dukungan marketing berbasis digital, kami memastikan hasil produksi anggota mendapatkan akses pasar yang jauh lebih luas,” tutup Agung Gempa.
Tentang KMP Bali Bangkit Sejahtera (BBS): Koperasi Jasa Multi Pihak yang berkedudukan di Denpasar, Bali, bertujuan membangun ekosistem ekonomi kolaboratif hulu-hilir berbasis teknologi informasi untuk menyejahterakan UMKM, petani, dan generasi muda Bali.
